Hati-hati dengan layanan e-mail
Dalam bulan Juni ini para pengguna internet di Indonesia khusunya dikejutkan dengan adanya layanan yang spektakuler dari beberapa situs penyedia jasa webmail gratisan. Betapa tidak, lihat saja Yahoo yang semula akan men-charge akun e-mail member-nya yang ingin lebih dari 6 MB, ternyata membuat terobosan di luar dugaan yaitu menawarkan kapasitas 100 MB per akun tanpa charge alias gratis. Langkah ini saya lihat sebagai salah satu teknik persaingan di antara situs portal penyedia e-mail gratis. Pembengkakan kapasitas e-mail ini dilakukan juga oleh Google dengan fasilitas lebih heboh lagi yaitu 1 GB, sedangkan Hotmail memberikan fasilitas 250 MB.
Terang saja para pengguna internet merasa senang namun tidak sedikit yang kaget, dan bertanya-tanya, ada apa di balik fasilitas tersebut? Apakah mereka memberikan fasilitas serba gratis tersebut murni kompetisi bisnis atau ada maksud lain? Tentu kita sebagai pengguna tidak bisa menduga-duga maksud dari layanan tersebut, namun yang paling penting bagi pengguna internet di Indonesia adalah menyikapi adanya layanan tersebut dengan wajar. Jangan serta merta karena adanya kapasitas quota e-mail 100 MB, atau 250 MB, atau 1 GB langsung digunakan untuk menyimpan file-file perusahaan atau serta merta membuat akun e-mail baru sebanyak-banyaknya dan berbondong-bondong menggunakannya di warnet-warnet, kampus, atau di kantor-kantor.
Sikap pengguna internet Indonesia seharusnya tetap harus wajar dan berhati-hati dengan tawaran seperti itu. Yang jelas, dengan adanya layanan itu utilisasi bandwidth jalur ke luar negeri akan meningkat, sementara akses ke situs-situs lokal akan menurun. Akibat meningkatnya penggunaan bandwidth link internasional, bagi provider network yang membayar sewa link tersebut berdasarkan utilisasi bandwidth bisa jadi harus membayar lebih tinggi. Akibat lainnya yang dirasakan oleh pengguna internet adalah akses keluar negeri akan semakin lambat, karena pengakses ke situs penyedia e-mail gratis bertambah terus, bahkan akibat kapasitas besar akan memberikan peluang untuk kirim-kiriman e-mail dengan file attachment besar atau dimanfaatkan para pembuat virus. Jika bandwidth ke luar negeri sering penuh, maka yang akan dirugikan adalah pengguna internet sendiri, terutama mereka yang menggunakan internet untuk keperluan serius seperti bisnis dan sejenisnya, juga mereka yang hosting web-nya di server luar negeri.
Saya mengajak dan menghimbau kepada pengguna internet untuk tidak memanfaatkan e-mail gratisan tersebut untuk kepentingan bisnis atau ativitas legal, atau yang bersifat rahasia. Jangan sampai dengan adanya kapasitas e-mail besar tersebut, aktivitas bisnis dan aktivitas legal lainnya dipindahkan melalui e-mail gratisan tersebut. Karena yang harus menjadi perhatian adalah jangan sampai suatu saat penyedia jasa e-mail gratis tersebut mengubah kebijakannya tanpa memperhatikan privasi pemilik akun. Jika hal ini terjadi maka akan sangat merugikan penggunanya. Bahkan bukan suatu hal yang mustahil, dibalik tawaran yang menggiurkan itu mereka akan memanfaatkan data subrciber-nya untuk kepentingan tertentu mereka.
Untuk itu, mari kita sambut tawaran Yahoo, Google, hotmail, dan lain-lain dengan wajar dan berhati-hati. Gunakan saja layanan tersebut untuk kepentingan pribadi, dan untuk hal-hal yang bersifat terbuka. Saya juga mengajak kepada para pakar IT provider network untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan penggunaan bandwidth keluar negeri oleh para pengguna internet akibat fasiltas gratisan tersebut. Bersamaan dengan itu, provider jasa internet atau asosiasi TI, atau lembaga lainnya untuk segera saling bekerja sama untuk menyediakan layanan sejenis Yahoo, Google lokal Indonesia dengan fasilitas yang sama, sehingga akan menarik untuk digunakan. Layanan milist yang dipelopori oleh situs Groups.or.id masih belum mampu menarik pengguan internet local secara signifikan. Untuk keperluan bisnis atau aktivitas legal yang aman sebaiknya menggunakan e-mail domain sendiri yang di hosting dan dikelola sendiri. Kita harus tetap berhati-hati dan jangan sampai membuat ketergantungan pada layanan gratisan yang ditawarkan oleh pihak asing.